PERISTIWA TUTUR
DAN TINDAK TUTUR
Dalam
setiap proses komunikasi manusia komunikasi ini terjadilah apa yang disebut
peristiwa tutur dan tindak tutur dalam
satu situasi tutur.
1.1 Peristiwa
Tutur
Yang
dimaksud dengan peristiwa tutur adalah terjadinya atau berlangsungnya interaksi
linguistik dalam satu bentuk ujaran atau lebih yang melibatkan dua puhak yaitu
penutur dan lawan tutur, dengan satu pokok tuturan, di dalam waktu, tempat,dan
situasi tertentu. Jadi, interaksi yang berlangsung antara seorang pedagang dan pembeli
dipasar pada waktu tertantu dengan menggunakan sebgai alat komunikasinya
adalah peristiwa tutur.
Dikatakan
oleh Deli Hymes ( 1971), seorang pakar sosiolingustik terkenal, bahwa suatu
peristiwa tutur harus memenuhi delapan komponen, yang bila huruf-huruf pertamya
dirangkaikan menjadi akronim SPEAKING. Kedelapan komponen itu adalah ( diangkat
dari Wadhaugh 1990):
1. S
= setting and scene. Berkenaan dengan waktu dan tempat tutur berlangsung,
sedangkan scene mengacu pada situasi tempat dan waktu, atau situasi psikologis
pembicaraan.
2. P
= participants. Pihak-pihak yang terlibat dalam penuturan, bisa pembicara dan
pendengar, penyapa dan yang disapa, atau pengirim dan penerima pesan.
3. E
= ends; purpose and goal. Merujuk pada maksud dan tujuan penuturan. Peristiwa
yang terjadi di ruang pengadilan bermaksud untuk menyelsaikan suatu kasus
perkara.
4. A
= act sequencesmengacu pada bentuk tujuan ujaran dan isi ujaran.
5. K
= key; tone or spirit of actmengacu pada nada, cara, dan semangat dimana atau
pesan yang disampaikan dengan senang hati, dengan serius, dengan singkat dan
sebagainya.
6. I
= instrumentalitiesmengacu pada jalur bahasa yang digunakan, seperti jalur
lisan, tulisan, melalui telegraf atau telepon.
7. N
= norms of intraction and interpretasion. Mengacu pada norma atau aturan dalam
berinteraksi.
8. G
= genres. Mengacu pada jenis bentuk penyampaian, seperti narasi, puisi,
pepatah, doa dan sebagainya.
1.2 Tindak
Tutur
Kalaudalamperistiwatuturlebihdilihatpadatujuanperistiwanya,
tetapidalamtindaktuturlebihdilihatpadamaknaatautindakandalamtuturannya.Tindakantuturdanperistiwatuturmerupakanduagejala
yang terdapatpadasatu proses, yakni proses komunikasi.
Istilahdanteorimengenaitindaktuturmula-mula di
perkenalkan J.L. Austin, seorang guru besar di Universitas Harvard, padatahu
1956, teori yang berasaldarimaterikuliahitukemudiandibukukanolehUrmson (1965)
denganjudul How to do thing with word?
Menuruttatabahasatradisionalada 3 jeniskalimatyaitu:
1)
Kalimatdeklaratifadalahkalimat
yang isinyahanyamemintapendengaratau yang mendengarkalimatituuntukmenaruhperhatiansaja,
tidakusahmelakukanapa-apasebabmaksudsipengujarhanyauntukmemberitahukansaja.
2)
Kalimatinterogatifadalahkalimat
yang isinameminta agar pendengaratau orang yang
mendengarkalimatituuntukmemberijawabansecaralisan.
3)
Kalimatimperatifadalahkalimat
yang isinyameminta agar sipendengaratau yang
mendengarkankalimatitumemberitanggapanberupatindakanatauperbuatan yang diminta.
.
Pembagiankalimatataskalimatdeklaratif,
interogratifdanimperatifadalahberdasarkanbentukkalimatitusecaraterlepasartinyakalimatdilihatataudipandangsebagaisatubentukkeutuhantinggi.Kalaukalimatataukalimatitudipandangdantataranlebihtinggi,
yaknidaritingkatwacana,
makakalimat-kalimattersebutdapatsajamenjaditidaksamaantarabentukformalnyadenganbentukisinya.
Austin (1962) membedakankalimatdeklaratifberdasarkanmaknanyamenjadikalimatkonstatifdankalimatperformatif,
yang dimaksuddengankalimatkonstatifadalahkalimat yang
berisipernyataanbelaka.Seperti “ibudosen kami cantiksekali” sedangkan yang
dimaksuddengankalimatperformatifadalahkalimat yang berisiperlakuan.Artinya, apa
yang diucapkanolehsipengujarberisiapa yang dilakukannya.
Kalimatperformatifdapatdigunakanuntukmengungkapkansesuatusecaraeksplisitdanimplisit.Secaratindakaneksplisitartinyadenganmenghadirkan
kata-kata yang mengacupadapelakusepertisayaatau kami.Sedangkankalimatperformatif
yang implisitadalah yang tanpamenghadirkan kata-kata yang
menyatakanpelaku.Misalnya: “jalanditutup”
Austin, (1962:
150-163)membagikalimatperformatifmenjadi 5 kategori, yaitu:
1.
Kalimatverdiktif
(inggris; verdictives) yaknikalimatperlakuan yang
menyatakankeputusandanpenilaian.
2.
Kalimateksertif
(inggris: exercitives)yaknikalimatperlakuan yang menyatakanperjanjian, nasihat,
peringatandansebagainya.
3.
Kalimatkomisif
(inggris: commissives) adalahkalimatperlakuan yang dicirikandenganperjanjian.
4.
Kalimatbehatitif
(inggris: behatitives) adalahkalimatperlakuan yang
berhubungandengantingkahlakusosialkarenaseseorangmendapatkankeberuntunganataukemalangan.
5.
Kalimatekspositif
(inggris: expositives) adalahkalimatperlakuan yang memberipenjelasan,
keterangan, atauperinciankepadaseseorang.
Tindaktutur yang
dilangsungkandengankalimatperformatifolehAustin (1962:100-102)
dirumuskansebagaitipeperistiwatindakan yang berlangsungsekaligus
1.
Tindaktuturlokusi
(adalahtindakan yang menyatakansesuatudalamarti “berkata” atautidaktuturdalambentukkalimat yang
bermaknadandapatdipahami.
2.
Tindaktuturilokusiadalahtindaktutur
yang biasanyadiidentifikasikandengankalimatperformatif yang eksplisit.
3.
Tindaktuturperlokusiadalahtindaktuturyang
berkenandenganadanyaucapan orang lain
sehubungandengansikapdanperillakunonlinguistikdari orang lain itu.
Kalaudilihatdarikontekssituasinyaada 2
macamtindaktutur ,tindaktuturlangsungdantindaktuturtidaklangsung.
Tindaktuturlangsungmudahdipahamiolehsipendengarkarenauraiannyaberupakalimat-kalimatdenganmaknalugas.Tindaktutur
yang tidaklangsunghannyadapatdipahamiolehsipendengar yangcukupterlatihdalammemahamikalimat-kalimat
yang bermaknakontekssituasional.
1.3 Tindak
Tutur dan Pragmatik
Tindaktutursebenarnyamerupakansalahsatufenomenadalammasalah
yang lebihluas, yang dikenaldenganistilahpragmatikfenomena lain dalamkajian
pragmatic adalahdeiksispresuposisidanimplikaturpercakapan.
Konseppragmatik
(menelaahhubunganlambangdenganpenafsirannya) makaapabedanyapragmatikitudengan
semantic, keduanyamemangmenelaahtentangmakna, namun, kalau pragmatic
menelaahmaknamenuruttafsiranpendengar, maka semantic
menelaahmaknadalamhubunganantaralambang(satuan-satuanujaran)
denganobjeknyaataureferennya.
Yang dimaksuddengandeiksisadalahhubunganantara
kata yang digunakandidalamtindaktutur.Yang
dimaksuddenganpresupsisidalamtindaktuturadalahmaknaatauinformasi “tambahan”
yang terdapatdalamujaran yang digunakansecaratersirat.
Presuposisiterdapat pula
dalamkalimatdeklaratifdankalimatinterogatif.Misalnya, dalamkalimat “yang
belumluusujian linguistic umumtidakbolehmengikutikuliahsosiolinguistik.”
Menurutpurwo (1990)
preposisiinidapatjugadigunakanuntukmenelitiperbedaancirisemantikverba yang
satudenganverba yang lain.Yang
dimaksuddenganimplikaturpercakapanadalahadanyaketerkaitanantaraujaran-ujaran
yang diucapkanantaradua orang yang sedangbercakap-cakap.
DAFTAR PUSTAKA
Chaer, Abdul dan
Leonie Agustina. 2010. Sisiolinguistik
Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka
Cipta.
Slot machines, machines, art, and culture - DeduCasino
BalasHapusExplore the most 메리트카지노총판 engaging deccasino casino gaming floor online. Discover the newest in the world of slot machines, casino games, & more. 샌즈카지노